MEMBANGUN KARAKTER CARA BERFIKIR POSITIF

KARAKTER

 Membangun Karakter Cara Berpikir Positif

Mulutmu harimaumu, kata sebuah pepatah Melayu lama. Apapun yang kita ucapkan akan mempengaruhi siapapun yang mendengarnya, termasuk anak kita.

Jika kita sering bilang anak kita nakal, bukan tidak mungkin ia akan tumbuh jadi orang dewasa yang berwatak kurang baik. Jadi seseorang yang menyusahkan orang lain, dan hanya mendatangkan rasa malu buat kedua orangtuanya.

Seorang anak berkarakter baik tidak jatuh dari langit. Itu adalah hasil kerja keras orangtua yang membesarkannya. Bukan hanya dengan ilmu dan akhlak, tapi ekspresi tulus mereka saat menyatakan betapa si anak dicintai.

Cinta orangtua pada anak bisa diungkapkan dalam bentuk kalimat positif, yang bertujuan membangkitkan semangat atau menghibur hati anak.

Kalimat positif yang Anda ucapkan akan membuat anak merasa aman dan nyaman berada di sisi orangtuanya. Di masa-masa sulit, ia akan tahu cara bangkit kembali. Itu karena kalimat positif Anda yang selalu diingatnya.

Lalu apa saja sih kalimat positif yang sebaiknya kita ucapkan pada anak setiap hari?

1. “Ibu bangga padamu.”
Anak-anak, di usia berapa pun, merindukan seseorang yang bisa membuat dirinya merasa berharga. Siapakah seseorang itu kalau bukan orangtuanya sendiri?

Anda bisa mengganti kalimat ini dengan kalimat positif lain seperti, “Kamu hebat,” atau “Kamu pandai.”

Jangan tunggu ia menjadi juara untuk mengucapkannya. Ungkapkan dukungan Anda setiap saat, termasuk untuk keberhasilan anak melakukan hal-hal sederhana. Misalnya, saat ia bisa naik sepeda roda dua.

2. “Maafkan Ibu.”
Orangtua juga manusia, dan mereka tidak luput dari kesalahan. Wajar jika suatu saat Anda tak bisa mengontrol emosi dan marah besar pada anak.

Ketika kita ‘terbangun’ dari cengkeraman emosi, mungkin yang ada hanya penyesalan. Mengapa sosok bertubuh kecil itu harus menerima kemarahan Anda? Segera akui kesalahan Anda dalam hati, lalu minta maaflah kepadanya.

Apa yang Anda lakukan akan membuat anak tumbuh dengan pemikiran positif. Bahwa siapapun dapat melakukan kesalahan, dan meminta maaf adalah salah satu cara memperbaiki kesalahan itu.

3. “Coba ulangi, Ibu tidak dengar.”
Waktu masih bayi, anak hanya butuh ASI dan popok yang bersih. Saat ia tumbuh besar, kebutuhannya bertambah. Ia butuh didengar, seperti manusia normal lainnya di dunia ini.

Mengatakan kalimat positif ini menandakan Anda mendengarkan anak, sekonyol apapun ceritanya. Memiliki orangtua yang selalu berada di pihaknya akan membuat anak merasa bahagia.

Anda tak perlu mengeluarkan banyak uang demi membuat ia tersenyum.

4. “Tidak apa-apa.”
Anak sangat mungkin mengalami kekecewaan dalam hidupnya. Mungkin ia kecewa karena saudara sepupu tanpa sengaja merusak mainan kesayangannya, atau karena di-bully teman sekelas.

Katakan, “Tidak apa-apa, Sayang. Nanti kita beli mainan yang baru.” Kalimat positif semacam ini akan membuat ia memahami bahwa hal-hal buruk bisa terjadi kapan saja, meski ia telah bersikap sebaik mungkin.

5. “Kamu bisa.”
Katakan ini setiap kali anak sedang berusaha melakukan sesuatu yang baru. Misalnya, saat ia sedang belajar berenang atau belajar perkalian.

Katakan dengan tulus dan jangan tampakkan kekecewaan saat ia gagal. Melihat Anda kecewa hanya akan menambah beban di hati anak.

Jangan sampai ia berpikir belajar berenang atau belajar apapun ia lakukan karena Anda, bukan karena ia ingin bisa.

6. “Kamu punya Ibu/Ayah.”
Masuk ke sekolah baru atau pindah ke lingkungan baru bisa membuat anak merasa kesepian. Ia belum mengenal siapa pun, mungkin nervous menghadapi teman-teman barunya.

Jangan biarkan anak merasakan ini, karena kesepian bisa membuatnya kehilangan rasa percaya diri dan kurang bergairah melakukan aktivitas sehari-hari.

Lain halnya jika ia merasa mempunyai seseorang, misalnya orangtua dan saudara sekandung yang sedang menunggunya pulang sekolah. Anak bersemangat melakukan hal-hal baru di sekolah, karena ingin punya sesuatu untuk diceritakan pada Anda.

7. “Mama sayang kamu.”
Kalimat positif inilah yang paling kuat di antara semuanya. Jangan khawatir anak akan menjadi manja karena Anda sering bilang sayang kepadanya.

Tidak ada cinta yang lebih indah di dunia, selain cinta ibu pada buah hatinya. Biarkan anak mendengarnya sesering mungkin, agar tumbuh dengan rasa damai hingga ia dewasa.

Parents, sudahkah Anda mengatakan kalimat positif pada anak hari ini?

Iklan

SOAL MENGULANG PJOK 2018/2019

  1.  Jelaskan unsur-unsur kebugaran jasmani yang mendukung pelaksanaan headstand menjadi sempurna.
  2. Jelaskan bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani berikut fungsi dan tujuanya.
  3. Keuntungan menggunakan pola  Man to Man marking dalam permainan bola basket adalah.
  4. Berikan penjelasan pada gambar berikut ini.permainan-softball
  5. Pada gambar berikut ini adalah rangkaian tes kebugaran  jasmani dan pada masing-  masing pos mempunyai tujuan sendiri-sendiri jelaskan.

tkji

HASIL PAS PJOK TAHUN 2018/2019

UJIAN

no ujian nama jawaban benar nilai
12001B Adi Satrio Bramasto 39 97,5
12002B Aditya Dwi Kurniawan 33 82,5
12003B Angger Afgani Pangestu 32 80
12004B Angie Kumalasari 35 87,5
12005B Annis Prasetyowati 31 77,5
12006B Asida Hike Wahyu Rahmadani 24 60
12007B Bayu Priambudi 32 80
12008B Brian Nugroho Putra 33 82,5
12009B Chelvin Ardiansyahnubari W. 34 85
12010B Dimas Prasetya 27 67,5
12011B Dinda Mareta 35 87,5
12012B Dwi Retno Wati 39 97,5
12013B Ellyana Esa Lintoni 32 80
12014B Erina Yuni Syafiqa 27 67,5
12015B Faisal Hibatulloh 36 90
12016B Gabriel Rico Adhitya 37 92,5
12017B Intan Lola Vilana 31 77,5
12018B Krisna Widodo 33 82,5
12019B Lucianti Eka Pratiwi 24 60
12020B Lusy Bunga Anggraeni 30 75
12021B Melinda Aulia Kriswiyati 33 82,5
12022B Nia Karinia 33 82,5
12023B Niken Lutfiana 31 77,5
12024B Nikita Fitrah Ramadhan 26 65
12025B Putri Ulfa Dewi 33 82,5
12026B Resa Sevia Putri 33 82,5
12027B Rizki Antika 32 80
12028B Robiatul Hikmah 37 92,5
12029B Tasya Nuraisyah Putri 35 87,5
12030B Veronica Tri Arianti 33 82,5
12031B Yasinta Nur Abitna Putri 31 77,5
12032B Yusril Bramantio 32 80
12033B Yuyun Fitriana 29 72,5
12034B Zulfahma Noor Azizah 38 95
12035B Afies Barerra Syaifillah 34 85
12036B Ahmad Nizar Falefi Anggito 26 65
12037B Ajeng Ayu Mentari 35 87,5
12038B Aji Hernanto 30 75
12039B Ardan Luthfi Fadilah 27 67,5
12040B Ardhia Yunita Widyastuti 31 77,5
12041B Arlinda Dewi Arini 32 80
12042B Cedito Marlino Izal Nugroho 29 72,5
12043B Devi Krista Ferani 26 65
12044B Diana Aprilia Khusnul Khotimah 30 75
12045B Elmi Ardianti 28 70
12046B Elmia Agustina 32 80
12047B Evita Devina Putri 35 87,5
12048B Fandi Prastiyanto 34 85
12049B Fia Eritha Lati 30 75
12050B Framesta Fernando Wijaya 32 80
12051B Galang Firmansyah 32 80
12052B Ifan Dwi Yulianto 33 82,5
12053B Krissa Nindhie Jati Nugroho 34 85
12054B Lala Natasya 34 85
12055B Luthfiah Wikan Utami 27 67,5
12056B M.Rizky Nurena Al Irsyad 30 75
12057B Maya Vica Ristia 30 75
12058B Milenia Okta Felisa 28 70
12059B Nia Fety Anggraini 35 87,5
12060B Perdana Candra Oktavan 36 90
12061B Puput Dwi Saputri 37 92,5
12062B Risa Puji Lestari 37 92,5
12063B Ruruh Karyaningtyas 33 82,5
12064B Silfa Sandi Arini 31 77,5
12065B Sindy Lia Inda Sari 26 65
12066B Thymoti Calvin Silalahi 29 72,5
12067B Tika Widyawati 29 72,5
12068B Yoga Jimardiono 34 85
12069B Yosy Renita Putri 37 92,5
12070B Ade Riski Wahyuarta Perdana 36 90
12071B Aditya Try Sunyoto 30 75
12072B Agustinus Bagus Wicaksono 27 67,5
12073B Ahmad Fadkhullah 31 77,5
12074B Albert Widodo 29 72,5
12075B Alfina Zulva Damayanti 28 70
12076B Anitsa Tiansi Septarini 35 87,5
12077B Auralsa Brilian Putri 33 82,5
12078B Bara Aqil Sampoerna 33 82,5
12079B Bella Aprilia Ghozali 29 72,5
12080B Bella Ratana Puja Dhamma 29 72,5
12081B Daisy Wulan Ramadhani 29 72,5
12082B Dhea Moca Safallah 29 72,5
12083B Dimas Dio Zalburisqi 30 75
12084B Endhah Widianingrum 32 80
12085B Firdatul Nurul Ramadha 32 80
12086B Hanifa Ashaditya Khamila Putri 25 62,5
12087B Kartika Dewi Rahayu Ningtyas 32 80
12088B Lidia Desi Tria Prastiwi 32 80
12089B Lulus Purwodadi 30 75
12090B Mardiana Dwi Astuti 34 85
12091B Muhammad Ferdi Andika Fuadi 28 70
12092B Nadia Asyifa Dewi 30 75
12093B Nadiya Erike Tamara 33 82,5
12094B Nanda Febrian Wahyu Syahputro 25 62,5
12095B Oktavia Nurul Izza 34 85
12096B Puji Lestari 30 75
12097B Putri Mustika Nandani 32 80
12098B Ranasti Dentyasari 28 70
12099B Silvi Eka Wulandari 36 90
12100B Sindiya Ningrum 32 80
12101B Sinta Nur Laili 32 80
12102B Sukma Ulandari 32 80
12103B Syaiful Rizky Mahmudi 33 82,5
12104B Yuda Apriantama 35 87,5
12105B Al Rafi Juang Gema Arasy 31 77,5
12106B Ali Nasihin 33 82,5
12107B Alyudines Riska Widya Kurniati 32 80
12108B Annisa Intan Nuria 33 82,5
12109B Arafi Yogatama 35 87,5
12110B Ardian Pramudiansyah 30 75
12111B Ari Yogi Prasetyo 39 97,5
12112B Baiq Rahmatul Laila Dewi 35 87,5
12113B Charellyon Iqbalin Valencia J.E 26 65
12114B Devi Trianingsih 30 75
12115B Dhea Anestia 28 70
12116B Dinda Aulia Ananda Putri 30 75
12117B Erma Yuliana 30 75
12118B Ferry Candra Ardana 33 82,5
12119B Gambit Setyawan 29 72,5
12120B Grace Vika Iswoyo 26 65
12121B Hamidah Lathifah Sururin 29 72,5
12122B Iko Destriawanti 30 75
12123B Indah Nirmala Laily 32 80
12124B Indah Setiowati 32 80
12125B Intan Trianti 32 80
12126B Kantri Fitri 28 70
12127B Kartika Ning Sahary 35 87,5
12128B Novi Marita Sari 29 72,5
12129B Olivia Gidi Ika Putri 27 67,5
12130B Paulinus Marcellino Sony Dewant Putra 35 87,5
12131B Pramudya Nur Setyobakti 31 77,5
12132B Puji Lestari 31 77,5
12133B Rosita Damayanti 31 77,5
12134B Sukma Nigo Nurrushia 31 77,5
12135B Syachdewa Andy Leksono Putra 32 80
12136B Uswatun Nur Khasanah 33 82,5
12137B Wanda Kharisma Sari 31 77,5
12138B Yulius Frenky Prasojo 34 85
12139B Yuma Pangestu 35 87,5
12140B Ady Suhendhar Pamengkang Buono 28 70
12141B Afif Okta Mahendra 25 62,5
12142B Alief Alma Alfiana 31 77,5
12143B Anugrah Eka Adhitya Handayanto 26 65
12144B Billy Fade Leona 31 77,5
12145B Celine Vindy Picessa Supiyadi 31 77,5
12146B Citra Afrilia Nur Kholifah 29 72,5
12147B Delvyana Sheila Putri 29 72,5
12148B Denintya Eka Aprilia 39 97,5
12149B Desnata Pozya Adi Makara
12150B Dewa Hernata 33 82,5
12151B Diah Kusuma Ningrum 32 80
12152B Dona El Shinta 33 82,5
12153B Elsa Lailatul Kharismaningtyas 31 77,5
12154B Erik Supriadi 32 80
12155B Faizal Putra Baliansah 34 85
12156B Hendy Nurdiansyah 34 85
12157B Indah Pertiwi 28 70
12158B Intania Mega Sutanto 32 80
12159B Istya Dwi Saputri 29 72,5
12160B Joy Reonaidie 34 85
12161B Karunia Sahida Putri 36 90
12162B Kharisma Fitriani 32 80
12163B Lilaika Adetyas Putri 29 72,5
12164B Maharani Sri Indira Putri 33 82,5
12165B Niken Aning Tiyas 28 70
12166B Nurfitri Handayani 30 75
12167B Radha Frames Wara 26 65
12168B Rangga Bhinatur 30 75
12169B Rizki Kurnia Juliansyah 32 80
12170B Tando Arif Pradana 31 77,5
12171B Titian Ajeng Wahyuningtyas 31 77,5
12172B Widya Azizatul Jariyah 29 72,5
12173B Adella Tri Bekti 30 75
12174B Almira Mena Anantian 35 87,5
12175B Amelia Kusuma Wardani 37 92,5
12176B Aulia Purbasari 33 82,5
12177B Defina Nadia  Natalia 27 67,5
12178B Desi Fatmawati 31 77,5
12179B Dian Pawarti 27 67,5
12180B Dimas Indra Yuniardhi 37 92,5
12181B Erica Azis 35 87,5
12182B Erina Vienancy Trigaviana 27 67,5
12183B Gresi Gridha Sakila 26 65
12184B Indah Febi Irianti 30 75
12185B Ivander Juliarno Bolla 28 70
12186B Kartika Pitaloka 34 85
12187B Lala Fitria Lestari 33 82,5
12188B Lavenia Arfianti 27 67,5
12189B Leidsky Ayu Afrilia 29 72,5
12190B Mukhsin Abdillah 31 77,5
12191B Nandika Febri Nur Ardiansah 31 77,5
12192B Natasha Firdaus 31 77,5
12193B Nia Agustina 27 67,5
12194B Niken Fadilawati 32 80
12195B Nindy Ayu Cahyati 31 77,5
12196B Nurani Putri Kartikasari 27 67,5
12197B Puput Wahyuti 30 75
12198B Purwati 30 75
12199B Putri Ayu Andini 30 75
12200B Qothrun Nada Firdaus 31 77,5
12201B Riantan Tedi Firmansyah 29 72,5
12202B Sevyona Isna Fahrani 34 85
12203B Tahhilta Rohmat Herdiyan 32 80
12204B Tb. Irsyad Anggawi 36 90
12205B Vivin Tri Nadya 30 75
12206B Wiji Astutik 27 67,5
12207B Zuniana Putri 29 72,5
12208B Ahmad Baharudin Ramli 32 80
12209B Ajeng Meilita 25 62,5
12210B Angie Rona Eka Mayang Sari 25 62,5
12211B Arsita Tri Rahayu 34 85
12212B Aviva Febri Almayanti 28 70
12213B Diana Kusuma Pratiwi 24 60
12214B Dilla Putri Lestari 30 75
12215B Ela Pusvita Vidya Ningsih 36 90
12216B Emillya Putri Ardani 28 70
12217B Faiza Sofia Qolbi 28 70
12218B Hario Bimo Saputro 29 72,5
12219B Hendrayana 29 72,5
12220B Ika Krida Ismaya 32 80
12221B Intan Dwi Ningtias 29 72,5
12222B Loerensa Maharani 33 82,5
12223B Mohamad Ihza Abimanyu 22 55
12224B Niki Widiartika 32 80
12225B Nora Tasya Ariffatul Hafidha 31 77,5
12226B Novrita Cahyaning Prameysi 30 75
12227B Primas Dio Yulianto 34 85
12228B Redimar Jati Winoto 22 55
12229B Rere Eka Aryanti 24 60
12230B Resti Yulianti 35 87,5
12231B Septian Yoggi Pratama 29 72,5
12232B Septina Dwi Rahayu 30 75
12233B Tamara Ayu Lestari 31 77,5
12234B Tia Jemarla Suci Hutomo 28 70
12235B Vandhana Silla Gaotami 31 77,5
12236B Venyka Melamerita 32 80
12237B Viagita Ayu Permata 28 70
12238B Yemimasih Rahayu 31 77,5
12239B Yuli Nur An Nisa 26 65
12240B Adea Wiwanda 29 72,5
12241B Balgis 28 70
12242B Bening Banyu Biru 27 67,5
12243B Defina Oktafiani 29 72,5
12244B Dhea Nella Halmahendra 26 65
12245B Dwi Alfillah Surya Pamungkas 26 65
12246B Emalia Suryati 33 82,5
12247B Fresha Delvia Putri 32 80
12248B Helin Destria Ananda 33 82,5
12249B Imroatun Haniffah 29 72,5
12250B Irviana Ningrum 31 77,5
12251B Khoirunnisa 28 70
12252B Luthfi Ainur Romadhon 34 85
12253B Meisa Ningtias 30 75
12254B Merisa Nadia Putri 34 85
12255B Miftakhul Umi Nadziru 36 90
12256B Mohammad Miftakhusabit 23 57,5
12257B Nindi Riska Nur Faidah 30 75
12258B Ninsika Trinilia 33 82,5
12259B Novita Anjarsari 35 87,5
12260B Rafi Albert Abiyasa 29 72,5
12261B Reta Angghela Diah Franscica 31 77,5
12262B Richy Firman Nur Wahyu 30 75
12263B Riska Ayu Setyowati 33 82,5
12264B Ryo Fajar Wahyudi 35 87,5
12265B Silvia Meyda Putri 32 80
12266B Tiara Aulia Karmita Ananda 35 87,5
12267B Vinky Angelia Putri
12268B Wahyuning Tiyas 32 80
12269B Yolanda Dewi Pratiwi 36 90
12270B Yolanda Putri Widya Setiantoro 27 67,5
12271B Angga Rivaldi 20 50
12272B Dimas Yoga Pratama 29 72,5
12273B A. Mu`afi Zaini 30 75
12274B Alfi Rochmah Yanti 28 70
12275B Andi Kristiawan 23 57,5
12276B Andra Ferdinata Sukma Putra 30 75
12277B Anis Lailatuzzuhroh 34 85
12278B Anisa Septiana Astikawati 31 77,5
12279B Anisyah Nuraini Zulfiah 33 82,5
12280B Asti Ernawati 34 85
12281B Deryan Restiawan 26 65
12282B Dhenni Ribowo 29 72,5
12283B Elmina Praptika Melati 38 95
12284B Falentino Nugroho 30 75
12285B Fitria Damayanti 38 95
12286B Fitria Nurwandari 32 80
12287B Fitria Rachmawati Oemardi 33 82,5
12288B Inna Devinta 25 62,5
12289B Kantining Rahayu 24 60
12290B Khofifatul Fatimatus Zahro 31 77,5
12291B Laily Nuraini 35 87,5
12292B Melinda Febriana 31 77,5
12293B Nabela Nurul Maharani 33 82,5
12294B Nathania Rema Estiningtyas 33 82,5
12295B Neli Meri Yohana 32 80
12296B Nurrahmi Taufik Hidayat 35 87,5
12297B Oki Rahmadani 28 70
12298B Rara Ikandani 34 85
12299B Roza Inayatu Rizky
12300B Sefdiana Eka Damayanti 35 87,5
12301B Sekar Wahyu Septa Putri Ariantana 33 82,5
12302B Selvi Meiliasari 28 70
12303B Susi Susanti 30 75
12304B Ulfa Yochana Putry 33 82,5
12305B Veni Erlissa Putri 30 75
12306B Widya Tri Hastuti 36 90
12307B Yunia Nur Azizah 35 87,5

KETERANGAN

  • KKM : 75
  • BAGI YANG NILAINYA DI BAWAH KKM WAJIB MENGIKUTI REMEDIAL
  • SOAL REMEDIAL BISA DI AKSES MULAI TANGGAL 24 NOVEMBER 2018

ARTI SEBUAH KELUARGA

KELUARGA BUADI 20181117_080149Bersyukurlah, ini Bukti Bahwa Keluarga adalah Segalanya
Kita terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Kita sibuk mengumpulkan pundi-pundi uang untuk kita sendiri. Kita terlalu sibuk menghabiskan waktu bersama teman dan sahabat. Kita terlalu sibuk mencari apa itu kebahagiaan dan cinta, hingga tak jarang kita mengabaikan keluarga kita sendiri.
Keluarga bisa memberi kita sesuatu yang tak bisa kita peroleh dari orang lain, atau bahkan dibeli dengan banyaknya uang yang kita miliki.

1. Siapa Lagi yang Bisa Menerima Kita Apa Adanya
Saat pertama kali kita mampu untuk melihat dan menangis, hingga kita sudah berbekal ilmu seperti sekarang ini, semua itu adalah berkat keluarga. Keluarga nmerupakan orang-orang yang selalu menenangkan kita saat sedang menangis, yang membanting tulang mencari rezeki untuk sekolah dan makan kita, dan yang tidak terima ketika kita direndahkan orang lain. Siapa pun kita, mau jadi apa kita, mereka tak akan pernah berhenti menerima kita apa adanya. Cinta yang mereka tanam bukanlah cinta yang seumur jagung, melainkan yang sudah terpupuk selama berpuluh-puluh tahun.

2. Rasa Aman dari Hingar-Bingar Dunia yang Terus Bergolak
Dunia akan terus berubah dan bergejolak. Saling sikut sana-sini mencoba memenangkan pengakuan dan penghargaan. Ada kalanya kita takut, lemah, dan ingin menyerah. Lalu, siapakah orang yang akan selalu ada bersama kita saat menang maupun kalah? Itulah keluarga. Keluarga selalu peduli dengan kita. Ketika kamu takut dengan dunia, hanya keluarga yang bisa membuat kita merasa nyaman.

3. Obat Mujarab Baik Ketika Sedih
Memang terkadang kita bisa curhat kepada sahabat, guru, pasangan, psikolog, dan sebagainya. Namun terkadang, keluarga menjadi pihak pertama yang selalu kita tuju. Apalagi kalau kita hendak memutuskan sesuatu yang vital dalam hidup. Misalnya, konsultasi tentang sekolah, pasangan, atau pekerjaan. Mereka sebisa mungkin memberi opini yang terbaik, yang efek positifnya lebih besar ketimbang negatifnya. Keluarga adalah obat yang tak bisa dibeli dengan uang. Mereka mampu mengobatimu disaat sedang sedih.

4. Tempat Terbaik untuk Merayakan Kebahagiaan
Ada momen di mana kita bisa tersenyum puas dan bangga, entah ketika lulus sekolah, mampu beli gawai baru, bisa membangun rumah di usia muda, mendapat posisi kerja yang tinggi, gaji naik, dan sebagainya. Tapi, tak semua orang bisa ikut bahagia. Ada yang iri, cemburu, dan bahkan benci. Mereka menjalankan misi agar pencapaian kita tercoreng atau bahkan terebut. Berbeda dengan keluarga, mereka akan selalu ikut merasakan kebahagiaan kita. Mereka bahkan terus mendoakan yang terbaik.

5. Keluarga Adalah Cinta yang Paling Sejati di Dunia ini
Keluarga tak pernah memandang kita hanya dari segi fisik, bahkan materi yang kita miliki. Mereka selalu bisa memberimu semangat, kapan pun kamu butuhkan. Cinta yang mereka tanam, terus terpupuk hingga waktu dan ruang memisahkan. Keluarga adalah orang-orang yang paling bahagia memilikimu, apa adanya.

MOMENTUM DIES NATALIS 24 SMAN 1 KESAMBEN

Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

Bulan Oktober adalah bulannya para pemuda. Karena pada bulan ini tepatnya tanggal 28 Oktober, 88 tahun silam lahirnya Sumpah Pemuda sebagai hasil dari Kongres Pemuda II yang gagasan penyelenggaraannya berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia.

Dalam berbagai sejarah kebangsaan, pemuda selalu mengambil peranan penting dalam pergerakan nasional. Hal ini menjadi bukti bahwa pemuda adalah ujung tombak bagi perjuangan, perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Baik buruknya suatu negara dapat dilihat dari kualitas para pemudanya.

Karena itulah tidak berlebihan jika masa depan sebuah negara dan bangsa sangat tergantung dari peranan para pemudanya, karena pemuda adalah pilar yang akan menopang kekuatan dari sebuah bangsa.

Seperti ungkapan yang disampaikan Bung Karno : “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”

Pemuda merupakan fase perkembangan emosional dan puncak kekuatan pisik manusia. Wajar bila pemuda menjadi stok sumber daya manusia sebuah bangsa. Agen perubahan dan aktor pembangunan baik saat ini maupun masa yang akan datang. Pemuda juga sebagai generasi penerus estafet sebuah bangsa.

WHO menyebut sebagai ”young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescence” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda.

Salah satu dari elemen komunitas pemuda adalah pelajar, yang mempunyai berbagai karakteristik yang menonjol. Karena generasi muda cenderung memiliki sifat-sifat itu antara lain dinamis, spontan, mudah meniru, kreatif, agresif, heroik, bersemangat, aktif, rasa ingin tahu yang besar, tingkat emosi yang masih labil dan belum memiliki kematangan jiwa yang mantap. Segala kelebihan dan kekurangan yang melekat pada pelajar tersebut merupakan aset bagi negeri ini yang harus terus diasah dan dikembangkan agar mereka bisa menjadi bagian dalam proyek besar penegakan kemajuan suatu bangsa.

Namun sangat disayangkan apa yang terjadi saat ini, di mana kondisi pemuda atau pelajar Indonesia banyak mengalami degradasi moral. Mereka saat ini tidak lagi bisa menjadi sosok yang diharapkan, dibanggakan dan tidak lagi mampu menjadi teladan masyarakat sebagai kaum yang terpelajar. Gaya hidup hedonis yang tercipta di kalangan sebagian generasi muda saat ini begitu lekat dengan sikap yang penuh dengan pesta dan hura-hura.

Tawuran pelajar, free sex dan gaya permisivisme (gaya hidup serba boleh) dijadikan sebagai pelengkap hidup yang wajar dan biasa. Bahkan boleh dikatakan generasi muda yang tidak melakukan hal ini adalah generasi yang tidak mengikuti perkembangan zaman.

Data dari Aliansi Selamatkan Anak (ASA) juga menyebutkan bahwa Indonesia rentan terhadap penetrasi Narkotika. Masalah ini timbul dikarenakan lemahnya pengawasan orangtua, keluarga serta orang terdekat termasuk pula lemahnya pendidikan agama sebagai dasar pendidikan yang mengakibatkan mereka terjerumus pada titik kehancuran. Karena itu untuk menyelamatkan generasi muda agar keluar dari masalah ini perlu adanya kerjasama semua pihak; baik sekolah, keluarga ataupun pemerintah.

LATIHAN SOAL PENJASORKES KELAS XII (US 2010-2011)

Ukas Danaria's Blog

LATIHAN SOAL PENJASORKES KELAS XII (US 2010-2011)

latihan soal berikut tidak disertai kunci jawaban. tetapi beberapa soal disertai pembahasan namun terbatas pada soal materi pola hidup sehat, HIV/AIDS dan Bahaya Seks Bebas. khusus materi permainan bola-besar, bola kecil, kebugaran dan atletik tidak disertai pembahasan. Selamat belajar. semoga sukses.

1.    Passing berbentuk parabola dihasilkan dari teknik tendangan dengan menggunakan…

A.      kaki bagian dalam

B.      kaki bagian tumit

C.     kaki bagian luar

D.     punggug kaki

E.      ujung kaki

2.     Untuk mengoper bola jarak jauh dalam permainan sepak bola dilakukan dengan cara ….

A.      passing berbentuk parabola

B.      passing datar arah bola

C.      passing membusur

D.      passing bawah

E.       passing datar

3.    Menyundul bola akan menghasilkan aliran bola yang deras. Teknik menyundul bola yang benar adalah…

A.    menggunakan kepala bagian kiri

B.    menggunakan kepala bagian atas

C.   mengggunakan kepala bagian dahi

D.   menggunakan kepala bagian kanan

E.    menggunakan kepala bagian belakang

Lihat pos aslinya 3.563 kata lagi

Penyakit Menular Seksual (PMS)

MGMP-PENJAS

I. Pengertian PMS

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah : Suatu gangguan/ penyakit-penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Pertama sekali penyakit ini sering disebut ‘Penyakit Kelamin’ atau Veneral Disease, tetapi sekarang sebutan yang paling tepat adalah Penyakit Hubungan Seksual/ Seksually Transmitted Disease atau secara umum disebut Penyakit Menular Seksual (PMS).

Penyakit ini sudah ada sejak zaman Mesir, dimana sebagai ilustrasi, pada tahun 1974 telah ditemukan sebanyak 850.000 kasus PMS/ tahun, dan diantaranya terdapat 1255 kasus Sifilis/ tahun.

Pengertian lain, Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang menyerang manusia dan binatang melalui transmisi hubungan seksual, seks oral dan seks anal. Kata penyakit menular seksual semakin banyak digunakan, karena memiliki cakupan pada arti’ orang yang mungkin terinfeksi, dan mungkin mengeinfeksi orang lain dengan tanda-tanda kemunculan penyakit.

Penyakit menular seksual juga dapat ditularkan melalui jarum suntik dan juga kelahiran dan menyusui. Infeksi penyakit menular…

Lihat pos aslinya 1.406 kata lagi

SIAPPAT SENAM LANTAI

Macam Macam Senam Lantai dan Gerakannya

Senam lantai (floor exercise) adalah satu cabang olahraga senam yang cukup popular di dunia. Biasanya, lantai (floor) yang menjadi tempat latihan senam ini berukuruan 12 x 12 meter dan kebanyakan gerakan dalam senam lantai membutuhkan matras sebagai alat bantu yang berfungsi untuk mengurangi risiko terjadinya cedera saat melakukan gerakan-gerakan yang hampir semuanya bersentuhan dengan lantai.

Senam lantai dapat dilakukan oleh pria maupun wanita dan banyak menggunakan gerakan-gerakan seperti mengguling, melompat, menolak dengan tangan atau kaki, bertumpu pada tangan atau kaki, bahkan memasukkan elemen-elemen balet di dalamnya. Senam lantai dapat dilakukan di luar ruangan walaupun lebih umum di dalam ruangan. Sebelum mulai latihan, pastikan Anda berada dalam kondisi fisik yang prima karena banyak gerakan dalam senam lantai yang menuntut kekuatan tangan dan kaki sekaligus koordinasi otot-otot tubuh dan persendian.

Banyak sekali variasi gerakan dalam senam lantai, dari yang tingkat kesulitannya rendah, sampai yang butuh latihan bertahun-tahun untuk menguasainya. Oleh karena itu, tidak semua gerakan-gerakan dalam senam lantai dijadikan bahan pendidikan jasmani di sekolah dan kita juga tidak akan membahasnya semua pada artikel ini.

Berikut ini adalah beberapa gerakan dalam senam lantai yang biasanya diajarkan pada pendidikan jasmani di sekolah beserta langkah-langkah untuk melakukannya.

  1. Guling Depan (Forward Roll)

Guling depan atau kadang-kadang disebut roll depan, dapat dilakukan dengan 2 posisi awal, yaitu berdiri atau jongkok. Untuk roll depan dengan awalan berdiri, langkah-langkah yang benar adalah sebagai berikut :

  • Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
  • Angkat kedua tangan ke depan dan bungkukkan badan, lalu letakkan telapak tangan di atas matras.
  • Tekuk kedua siku agak ke samping, lalu masukkan kepala di antara dua tangan.
  • Sentuhkan bahu ke matras dan bergulinglah ke depan.
  • Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
  • Posisi akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak.

Sementara itu, untuk roll depan dengan awalah jongkok, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Posisi awal adalah jongkok dengan kedua tangan dilebarkan sebahu dan telapak tangan diletakkan di atas matras.
  • Luruskan kedua kaki lalu tekuk sedikit siku tangan.
  • Gerakkan kepala ke arah dagu hingga menyentuk dada.
  • Bergulinglah ke depan.
  • Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
  • Posisi akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak.
  1. Guling Belakang (Backward Roll)

Guling belakang atau biasa disebut roll ke belakang adalah kebalikan dari roll depan. Langkah-langkah guling ke belakang adalah sebagai berikut:

  • Posisi awal adalah jongkok dengan kedua kaki rapat dan tumit sedikit diangkat.
  • Sementara itu, kepala menunduk ke bawah dan dagu dirapatkan ke dada.
  • Tangan berada di samping telinga dengan telapak tangan menghadap ke atas.
  • Bergulinglah ke belakang dengan menjatuhkan bokong ke belakang.
  • Pastikan Anda memberikan gaya tolak yang cukup untuk mendorong tubuh ke belakang.
  • Tarik lutut ke belakang kepala saat punggung sudah menyentuk matras.
  • Ketika kaki sudah menyentuk matras, gunakan telapak tangan di atas matras untuk menyeimbangkan tubuh.
  • Angkat kepala untuk kembali ke posisi akhir jongkok lalu berdiri.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar Anda sukses melakukan backward roll:

  • Pastikan tangan tidak terlalu jauh ke belakang sehingga tubuh tidak bisa melakukan tolakan.
  • Untuk menjaga keseimbangan tubuh yang baik saat mengguling ke belakang, tubuh harus tetap “bulat”.
  • Kepala tidak boleh menoleh ke samping, harus senantiasa lurus.
  • Mendaratlah dengan telapak kaki untuk menjaga keseimbangan saat kembali ke posisi awal.
  1. Lompat Harimau

Sesuai namanya, lompat harimau adalah gerakan melompat yang menyerupai harimau yang sedang menerkam. Secara prinsip, teknik yang digunakan pada lompat harimau kurang lebih sama dengan teknik guling depan. Yang membedakan hanya awalannya saja. Berikut langkah-langkahnya:

  • Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping.
  • Menggunakan papan tolakan, melompatlah ke depan dengan lengan diayunkan ke atas.
  • Saat tubuh melayang di udara, lentingkan badan dan lipat lutut di depan dada.
  • Luruskan tungkai sesaat sebelum mendarat.
  • Posisi akhir adalah jongkok lalu berdiri.
  1. Guling Lenting (Lenting Tengkuk)

Gerakan ini sebenarnya adalah modifikasi dari roll depan, jadi jika Anda sudah menguasai roll depan, lenting tengkuk akan lebih mudah Anda pelajari. Berikut langkah-langkahnya:

  • Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
  • Angkat kedua tangan ke depan dan bungkukkan badan, lalu letakkan telapak tangan di atas matras.
  • Tekuk kedua siku agak ke samping, lalu masukkan kepala di antara dua tangan.
  • Sentuhkan bahu ke matras.
  • Bergulinglah ke depan.
  • Saat tubuh sudah berada di atas kepala, lesatkan kedua kaki ke depan dibantu oleh kedua tangan yang mendorong badan dengan menekan matras.
  • Kombinasi gerakan ini akan membuat tubuh melenting ke depan.
  • Saat mendarat, lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
  • Posisi akhir adalah berdiri kembali.
  1. Lompat Jongkok

Gerakan ini pada dasarnya adalah kombinasi 2 gerakan dasar, yaitu lompat dan jongkok. Berikut langkah-langkahnya:

  • Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
  • Mulailah berlari dengan posisi badan condong ke depan.
  • Lakukan tolakan sekuat-kuatnya pada papan tolakan menggunakan kedua kaki.
  • Ayunkan lengan ke arah depan sementara posisi tubuh tetap diluruskan dan tungkai dibuka.
  • Mendaratlah dengan kaki dan tubuh menuju posisi jongkok sementara tangan direntangkan ke atas.
  • Posisi akhir adalah jongkok lalu berdiri.
  1. Lompat Kangkang

Latihan yang satu ini membutuhkan alat bantu berupa peti atau kotak kayu yang nantinya akan dilompati saat melakukan gerakan ini. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
  • Mulailah berlari dengan posisi badan condong ke depan.
  • Lakukan tolakan sekuat-kuatnya pada papan tolakan menggunakan kedua kaki.
  • Ayunkan lengan ke arah depan sementara posisi tubuh tetap diluruskan dan tungkai dibuka.
  • Tolakkan kedua tangan sekuat-kuatnya ke peti dengan tubuh tetap lurus.
  • Mendaratlah dengan kaki dan tubuh menuju posisi jongkok sementara tangan direntangkan ke atas.
  • Posisi akhir adalah jongkok lalu berdiri.
  1. Sikap Kayang

Kayang adalah salah satu gerakan senam lantai yang cukup popular. Berguna untuk meningkatkan kelenturan tubuh, berikut ini adalah langkah-langkah gerakan kayang:

  • Posisi awal adalah berdiri dengan tegak dan kedua tangan bertumpu pada pinggul.
  • Kemudian tekuklah sedikit kedua kaki (lutut) dan siku, sementara kepala dilipat ke belakang (seperti mendongak).
  • Putar kedua tangan ke arah belakang hingga mencapai matras sebagai tumpuan.
  • Kemudian posisi akhir adalah badan melengkung menyerupai busur (seperti posisi setengah lingkaran), yang mana posisi inilah yang kita sebut sebagai posisi kayang.
  1. Sikap Lilin

Sikap lilin mirip dengan sikap kayang dalam hal kegunaannya untuk meningkatkan kelenturan tubuh. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Posisi awal adalah tidur terlentang di atas matras dengan kedua tangan lurus di samping badan dan arah pandangan ke atas.
  • Kemudian angkat kedua kaki ke atas dalam posisi rapat dan lurus tegak hingga membentuk sudut 90 derajat dengan di bantu oleh kedua tangan untuk menopang tubuh.
  • Dan posisi akhir dari sikap lilin ini adalah dengan posisi pundak menjadi tumpuan untuk badan dan kedua tangan menjadi tumpuan untuk pinggang dan kaki.
  1. Handstand

Gerakan senam lantai yang satu ini juga cukup popular walaupun mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Anda mungkin tidak memerlukan matras untuk latihan yang satu ini. Berikut langkah-langkahnya:

  • Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
  • Kemudian perlahan gerakan salah satu kaki lebih maju dari kaki yang lainnya.
  • Bungkukkan badan dengan kedua telapak tangan bertumpu pada matras atau lantai.
  • Angkat tungkai kaki secara perlahan dengan cara satu persatu.
  • Dorong bokong setinggi-tingginya hingga terangkat.
  • Bengkokkan tungkai depan sementara tungkai belakang diluruskan.
  • Kencangkan otot perut lalu ayunkan tungkai belakang ke atas.
  • Posisi akhir adalah badan dalam posisi terbalik 180 derajat dan dalam keseimbangan dengan kedua tungkai rapat dan lurus.
  • Untuk pemula, jika belum mahir melakukannya dapat menggunakan dinding atau tembok sebagai bantuan untuk sandaran atau tumpuan kedua kaki.
  1. Headstand

Headstand adalah modifikasi dari hand stand dan membutuhkan konsentrasi dan koordinasi yang lebih tinggi sehingga mempunyai tingkat kesulitan yang lebih tinggi pula. Berikut langkah-langkahnya:

  • Posisi awal adalah berdiri tegak dengan posisi kedua tangan lurus di samping badan.
  • Bungkukkan badan dengan dahi dan kedua tangan bertumpu pada lantai.
  • Pastikan dahi dan kedua tangan membentuk segitiga sama sisi.
  • Angkat tungkai ke atas satu per satu.
  • Untuk menjaga keseimbangan, busurkan panggul dan punggung ke depan.
  • Dan posisi terakhir adalah badan atau tubuh  dalam keadaan posisi terbalik 180 derajat dan dalam keseimbangan dengan kedua tungkai rapat dan lurus ke atas.

Agar Anda sukses mempraktekkan head stand, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Dahi dan kedua tangan harus membentuk segitiga sama sisi. Jika tidak, Anda tidak akan mendapatkan keseimbangan yang diperlukan untuk melakukan gerakan ini.
  • Latihlah otot-otot leher, perut, pinggang, bahu dan paha agar kuat menopang badan Anda.
  • Lenturkan sendi-sendi leher, perut, pinggang, bahu dan paha agar tidak terlalu kaku saat melakukan gerakan ini.
  • Gunakan matras yang empuk dan tidak keras agar Anda terhindar dari rasa sakit.
  • Saat menuju posisi akhir, lakukan tolakan secara perlahan-lahan untuk menghindari rasa sakit.
  • Pastikan posisi jari tangan menghadap ke depan untuk menjaga keseimbangan.

Itu dia beberapa gerakan dalam senam lantai yang dapat Anda praktekkan sendiri maupun bersama teman. Perlu diingat bahwa beberapa gerakan seperti handstand, headstand, cart wheel, round off dan salto adalah gerakan-gerakan yang cukup sulit untuk dilakukan dan agak berisiko jika tidak disertai dengan kondisi fisik yang mumpuni. Anda harus banyak melakukan latihan untuk memperkuat otot-otot tangan dan kaki yang diperlukan untuk memperagakan gerakan-gerakan tersebut. Sementara itu, gerakan-gerakan lainnya relatif lebih mudah dan tidak terlalu berisiko untuk dilakukan sehingga aman diperagakan bahkan oleh pesenam pemula sekalipun.

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan atau siapkan sebelum memulai latihan antara lain:

1. Cari partner untuk melakukan latihan.

Anda memang bisa melakukan semua latihan yang sudah dibahas di atas sendirian. Tapi akan jauh lebih menyenangkan jika Anda mempunyai partner latihan, entah itu teman, kakak, adik atau bahkan guru Anda. Banyak keuntungan berlatih dengan partner. Jika dia lebih berpengalaman, Anda akan lebih mudah belajar darinya. Selain itu, Anda akan lebih tenang dan rileks dalam melakukan latihan karena Anda tahu ada orang yang akan menolong Anda seandainya sesuatu yang tidak diinginkan terjadi saat Anda melakukan latihan. Beberapa gerakan juga akan lebih mudah dilakukan berdua daripada sendiri.

2. Lakukan pemanasan yang cukup.

Tidak ada olahraga yang tidak membutuhkan pemanasan dan senam lantai juga tidak terkecuali. Waktu pemanasan yang ideal berkisar antara 10 sampai 15 menit tergantung lama latihan yang Anda targetkan. Yang harus Anda fokuskan pada saat pemanasan adalah kelenturan tubuh, persendian khususnya pada lengan dan tungkai, dan juga realibilitas otot-otot tangan dan kaki karena Anda akan banyak menggunakan tangan dan kaki Anda saat latihan. Pemanasan berguna untuk mempersiapkan tubuh Anda sebelum berlatih sehingga meminimalisir risiko terjadinya cedera, baik itu cedera otot maupun persendian.

3. Gunakan matras yang sesuai standar.

Seperti di bahas di awal, matras adalah salah satu persyaratan dalam melakukan latihan senam lantai. Matras yang bagus akan melindungi tubuh kita dari potensi cedera saat melakukan latihan. Selain karena alasan keamanan, matras yang baik juga diperlukan agar Anda nyaman dalam berlatih. Beberapa gerakan seperti kayang atau head stand akan cukup menyakitkan jika dilakukan di atas lantai tanpa beralaskan matras. Selain mudah dicari di toko-toko olahraga, harga matras juga sangat terjangkau dan sangat sebanding dengan manfaat dan kegunaannya.

4. Siapkan perlengkapan penting.

Selain matras, Anda juga harus mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan penunjang seperti handuk, sepatu training, air minum dan lain sebagainya. Perlengkapan-perlengkapan kecil tersebut mungkin kelihatan tidak penting, tapi Anda akan sangat kewalahan misalnya, jika tidak membawa air minum dan Anda baru saja menyelesaikan latihan selama sejam lebih. Dehidrasi mungkin saja menyerang Anda. Selalu persiapkan barang-barang tersebut ke dalam satu tas olahraga yang mudah dibawa ke mana-mana, jadi Anda tidak akan melupakan apapun.

5. Jangan mudah menyerah, tapi tahu batas Anda.

Beberapa gerakan dalam senam lantai memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, bahkan mungkin bagi sebagian orang agak mustahil. Tapi bagi sebagian orang lain, kadang-kadang di situlah tantangannya. Anda mungkin merasa tertantang untuk menguasai gerakan seperti cart wheel atau salto. Yang paling penting untuk Anda ingat adalah, perlu ketahanan fisik dan keteguhan hati untuk mengulang gerakan-gerakan tersebut sampai Anda bisa. Sikap pantang menyerah biasanya akan membantu Anda mencapai tujuan tersebut, tapi ingat, keamanan ada di atas segalanya. Jika memang mustahil untuk dilakukan, sebaiknya jangan diteruskan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Senam Aerobic

Penjelasan Senam Aerobik (Pengertian, Manfaat dan Latihan) – Berbagai cara dilakukan orang untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Cara tersebut di antaranya adalah senam aerobik. Senam aerobik banyak diminati pada saat sekarang. Hal tersebut karena banyak sekali manfaat yang diperoleh setelah melakukan senam aerobik.
Tarian aerobik populer pada akhir 1970-an. Namun, saat ini senam aerobik digemari berbagai kalangan usia. Hal tersebut dapat Anda lihat setiap Minggu pagi, lapang-lapang atau di pelataran parkir dijadikan sebagai tempat untuk melakukan senam aerobik. Lalu, apa yang dimaksud senam aerobik?
Senam aerobik adalah serangkaian gerak yang dipadukan dengan irama musik yang telah dipilih dengan durasi tertentu. Aerobik mengandung pengertian suatu sistem latihan fisik yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemasukan oksigen di dalam jaringan tubuh. Pemasukan oksigen ini ditentukan oleh kapasitas maksimal paru-paru saat menghirup udara. Latihan aerobik yang dilakukan secara teratur dengan takaran yang cukup akan memperbaiki kerja jantung dan paru-paru.
Manfaat Senam Aerobik
Senam aerobik mempunyai banyak manfaat bagi kebugaran tubuh. Tidak heran semakin hari semakin banyak orang yang menggemari latihan aerobik. Berikut ini merupakan manfaat melakukan senam aerobik.
a. Meningkatkan Daya Tahan Jantung dan Paru-Paru
Selama bergerak, otot membutuhkan asupan oksigen untuk bekerja. Ketika beban kerja meningkat, tubuh menanggapinya dengan meningkatkan jumlah oksigen yang dikirim ke seluruh otot dan jantung. Akibatnya, detak jantung dan frekuensi pernapasan meningkat sampai memenuhi kebutuhannya. Oksigen diubah menjadi karbondioksida, yang kemudian diembuskan. Selain itu, tubuh akan berkeringat membakar kalori dan lemak.
b. Meningkatkan Kekuatan Otot
Otot-otot harus dilatih melebihi beban normal. Hal ini disebut prinsip beban lebih (overload system). Untuk meningkatkan kekuatan otot, harus dilatih pada intensitas yang tinggi dalam waktu singkat, mempergunakan tenaga yang maksimal dan dilakukan secara diulang-ulang. Selain itu, berikan beban yang bervariasi supaya lebih, karena intensitas latihan beragam, dari latihan berintensitas tinggi sampai dengan intensitas yang sangat rendah, sebagai contoh aktivitas bersepeda.
c. Meningkatkan Kelentukan
Kelentukan adalah gerakan yang berada di sekeliling sendi. Setelah menyelesaikan latihan aerobik, melakukan peregangan akan membantu meningkatkan kelentukan dan juga membantu sirkulasi darah ke jantung. Otot sifatnya seperti pita karet. Semakin kuat mengangkatnya, semakin elastis karet itu. Jika secara rutin meregangkan badan selesai latihan, akan membuat otot persendian akan berkembang.
d. Komposisi Tubuh
Latihan aerobik yang tepat akan membantu mengubah komposisi tubuh, menghindari tubuh menjadi gemuk dan membentuk otot-otot. Hal terpenting yang harus diingat adalah bahwa aerobik tidak dapat mengurangi berat badan hanya pada satu bagian tubuh saja.
Lakukan latihan senam aerobik secara teratur. Aturan latihan senam aerobik tersebut adalah sebagai berikut.
a. Pemanasan
Pemanasan (warming up) adalah persiapan emosional, psikologis, dan fisik untuk melakukan latihan. Tujuan latihan pemanasan adalah menaikkan denyut jantung secara berangsur-angsur, mempersiapkan otot-otot dan persendian, meningkatkan suhu inti tubuh, meningkatkan sirkulasi cairan tubuh, dan mempersiapkan diri secara psikologis dan emosional.
b. Gerakan Inti Aerobik
Gerakan inti merupakan gerakan yang telah aktif dengan mengikuti alur tertentu. Gerakan inti bertujuan untuk menguatkan otot-otot tubuh dan melatih koordinasi gerak antar anggota tubuh.
c. Gerakan Pendinginan
Gerakan pendinginan bertujuan untuk mengembalikan frekuensi denyut jantung supaya kembali mendekati normal. Pelaksanaan gerakan dilakukan secara bertahap dari intensitas tinggi ke intensitas yang rendah.
Dalam melakukan senam aerobik selalu diiringi musik. Irama musik dalam aerobik berfungsi sebagai panduan gerak, pemberi motivasi, dan semangat peserta yang melakukan senam aerobik. Oleh karena itu, pilihlah irama musik aerobik yang menyenangkan, penuh energi, dan mempunyai warna yang menggerakkan. Musik yang dipilih biasanya mempunyai empat ketukan per irama dengan irama yang tetap. Menurut cara melakukan dan musik yang mengiringinya, senam aerobik dapat dibagi sebagai berikut.
1) Low impact aerobic, yaitu senam aerobik gerakan ringan.
2) Higt impact aerobic, yaitu senam aerobik gerakan keras.
3) Discorobic, yaitu kombinasi antara gerakan ringan dan keras.
4) Rockrobic, yaitu kombinasi antara gerakan ringan dan keras.
5) Aerobic sport, yaitu kombinasi antara gerakan aerobik keras dan ringan.
6) Aerobic dance, yaitu senam aerobik yang dilakukan dengan kombinasi bentuk tarian yang indah.
7) Aerobik dengan menggunakan alat, pada dasarnya adalah upaya menambah variasi, intensitas, serta volume latihan agar lebih meningkat. Biasanya, menggunakan peralatan, antara lain kursi, bangku, tali (pita), tongkat, dan bola.

Kerjakan soal berikut ini dengan benar!

A. Lompat Tinggi

1. Jelaskan pengertian olahraga lompat tinggi!
2. Sebutkan 4 tahapan dalam lompat tinggi!
3. Jelaskan tentang gaya guling sisi dalam lompat tinggi!
4. Jelaskan tentang gaya guling perut dalam lompat tinggi!

B. Bola Tangan

5. Jelaskan bentuk-bentuk pelanggaran dalam permainan bola tangan !

Kebugaran Jasmani

1. Jelaskan pengertian kebugaran jasmani!
2. Sebutkan manfaat dari melakukan gerakan/latihan kebugaran jasmani!

C. Senam Lantai

Image result for soal esay head stand

Uraikan secara singkat tentang urutan pelaksanaan Head stand sesuai pada gambar di atas!

D. Softball

1. Bagaimana cara mematikan lawan pada permainan softball !

Catatan lembar LJU Ambil di loker LJU.  di Ruang Guru.

BOLA TANGAN

BOLA TANGAN (HANDBALL)
      Bola tangan adalah olahraga beregu di mana dua regu dengan masing-masing 7 pemain (6 pemain dan 1 penjaga gawang) berusaha memasukkan sebuah bola ke gawang lawan. Permainan ini mirip dengan sepak bola, tapi cara memindahkan bola adalah dengan tangan pemain, bukan kaki.
Lapangan bola tangan berukuran 40 m x 20m dengan garis pemisah di tengah dan gawang di tengah kedua sisi pendek. Di sekeliling gawang dibuat garis untuk menandai daerah yang hanya boleh dimasuki penjaga gawang. Bola yang digunakan lebih kecil dari bola sepak. Handball dimainkan selama 2 x 30 menit. Penalti dilakukan dari jarak 7 meter. Handball juga dipertandingkan di Olimpiade
  • BENTUK DAN UKURAN LAPANGAN

Berkas:Quadra-hand.png

  • BOLA

 

    Ukuran bola yang digunakan dalam permainan bola tangan lebih kecil daripada ukuran bola sepak. Pemain putra dan putri menggunakan ukuran bola yang berbeda. Berat bola untuk pemain putra 425-475 g dengan keliling 58-60 cm, sedangkan untuk putri 325-400 g dengan keliling 54-56 cm.
Hasil gambar untuk BOLA BOLA TANGAN
  • PERATURAN PERMAINAN BOLA TANGAN
Olahraga bola tangan merupakan perpaduan antara olahraga bola basket dan sepak bola. Peraturan yang terdapat dalam permainan ini hampir menyerupai peraturan sepak bola. Berikut ini akan dijelaskan mengenai peraturan pertandingan bola tangan.

1. Cara Memainkan Bola Tangan

Permainan bola tangan dimainkan dengan menggunakan tangan, kepala, paha, dan lutut. Pemain boleh membawa bola maksimal 3 lang-kah, dan menahan bola di tangan maksimal 3 detik. Setiap pemain dapat saling melempar dan menangkap bola dari sisi mana pun.

2. Waktu Permainan
Waktu permainan bola tangan adalah sebagai berikut.

  • Waktu permainannya untuk putra adalah 2×30 menit dengan waktu istirahat 10 menit.
  • Waktu permainannya untuk putri adalah 2 x 20 menit dengan waktu istirahat 10 menit.
  • Apabila permainan berakhir dengan angka seri maka babak permainan akan diperpanjang.
  • Untuk putra lamanya waktu pertandingan babak tambahan adalah 2×10 menit tanpa istirahat, sedangkan untuk putri waktu babak tambahannya 2×5 menit tanpa istirahat.
3. PemainCabang olahraga bola tangan adalah jenis olahraga beregu. Ada dua regu yang bertanding dan masing-masing regu terdiri atas 6 pemain dengan 1 penjaga gawang. Setiap pemain yang akan bertanding hams memakai seragam tim yang ada nomornya di bagian punggung dan dada, selain harus memakai sepatu.

Hal-hal yang boleh dilakukan oleh pemain bola tangan, di antaranya sebagai berikut.

  • Menggunakan tangan, kepala, paha, lutut untuk menangkap, meng-hentikan, melempar, dan menyentuh bola.
  • Mengambil bola dengan satu tangan terbuka dari tangan lawan.
  • Merintangi pemain lawan dengan tubuh dan lengan jika ingin merebut bola.
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh pemain bola tangan, di antaranya sebagai berikut.
  • Merebut bola dengan memukul bola yang sedang dipegang oleh lawan.
  • Merintangi jalan pemain lawan dengan menggunakan lengan atau kaki.
  • Mendesak atau mendorong lawan ke dalam daerah gawang.
  • Sengaja melemparkan bola ke badan lawan yang dapat membahayakan lawan.
  • Menyentuh bola lebih dari satu kali sebelum bola itu menyentuh pemain lain atau gawang.
  • Menyentuh bola dengan tungkai bawah atau kaki.
  • Menjatuhkan diri pada bola yang sedang berhenti atau bergulir di lapangan.
  • Melemparkan bola ke garis tepi atau ke luar garis gawang.

4.Penjaga Gawang

Hal-hal yang berlaku bagi penjaga gawang bola tangan adalah sebagai berikut.
  • Penjaga gawang boleh melempar dengan berbagai cara, kecuali menggunakan kaki. Akan tetapi, jika dalam keadaan mempertahankan gawang maka ia boleh memakai kakinya.
  • Penjaga gawang tidak boleh menahan bola lebih dari 3 detik.
  • Penjaga gawang boleh berjalan sambil membawa bola di daerah gawang.
  • Penjaga gawang tidak boleh meninggalkan daerah gawang dengan bola.
  • Penjaga gawang tidak boleh mengambil bola yang berada di luar daerah gawang jika ia berada di daerah gawang.
Daerah Gawang
Daerah gawang dalam permainan bola tangan merupakan wilayah yang harus dijauhi oleh setiap pemain lawan. Bola yang berada di daerah gawang merupakan hak penjaga gawang. Semua pemain lapangan tidak diperbolehkan mengambil bola yang berada di dalam gawang, walaupun setelah lemparan terjadi.
Beberapa hukuman yang akan diberikan wasit jika seorang pemain lapangan memasuki daerah gawang lawannya, antara lain sebagai berikut.
  • Jika pemain regu penyerang memasuki daerah gawang maka akan diberi hukuman lemparan bebas dari garis daerah gawang.
  • Jika pemain regu yang bertahan memasuki daerah gawang maka akan diberi hukuman lemparan 7 meter.

5.Jenis-Jenis Lemparan Hukuman

Seperti permainan sepak bola, olahraga bola tangan juga terdapat bermacam-macam lemparan hukuman. Berikut ini macam-macam lemparan hukuman dalam permainan bola tangan.

a. Lemparan ke Dalam

Lemparan ke dalam terjadi apabila bola melewati garis tepi, baik melalui tanah maupun udara. Lemparan ke dalam harus dilakukan di tempat bola keluar dengan menggunakan dua tangan. Caranya dengan mengayun dari belakang, lalu atas kepala. Di samping itu, kedua kaki pelempar harus berada di luar garis lapangan.

b. Lemparan Sudut

Lemparan sudut dilakukan dari titik pertemuan garis gawang dan garis samping lapangan. Lemparan sudut dapat terjadi jika:

  • bola keluar lapangan melewati garis gawang setelah menyentuh regu bertahan;
  • salah seorang regu bertahan memasuki daerah gawang;
  • penjaga gawang menyentuh bola tidak sesuai aturan;
  • penjaga gawang meninggalkan gawang sambil membawa bola;
  • penjaga gawang membawa bola lebih dari tiga detik.
c. Lemparan dari Daerah Gawang
Lemparan dari daerah gawang terjadi jika terjadi gol atau bola masuk ke daerah gawang. Baik setelah lemparan ke dalam, lemparan pertama, maupun lemparan dari penjaga gawang lawan dari daerah gawang. Jenis lemparan dari daerah gawang hanya boleh dilakukan oleh penjaga gawang.

d. Lemparan Bebas
Lemparan bebas ter j adi apabila seorang pemain melakukan pelanggaran terhadap pemain regu lawan. Dengan demikian, lemparan bebas harus dilakukan oleh pemain dari regu yang dilanggar di tempat terjadinya pelanggaran. Ketika lemparan itu sedang dilakukan maka semua pemain penyerang dari pihak yang dilanggar harus berada di luar garis lemparan bebas.

e. Lemparan 7 Meter
Dalam lemparan 7 meter, bola yang akan dilempar harus diarahkan ke gawang. Pemain yang melakukan lemparan 7 meter, kakinya tidak boleh menyentuh garis lemparan sebelum bola terlepas dari tangannya. Oleh sebab itu, lemparan 7 meter tidak boleh dilakukan dengan melompat. Jika lemparan 7 meter terjadi maka tidak boleh ada pemain lain yang berada di antara garis lemparan gawang dan lemparan bebas, kecuali si pelempar. Lemparan 7 meter ini disebut juga dengan lemparan penalti.

f. Lemparan Wasit

Lemparan wasit dilakukan oleh wasit yang memimpin pertandingan. Lemparan wasit terjadi jika pemain kedua regu membuat kesalahan yang sama. Lemparan wasit dilakukan dengan cara memantulkan bola ke tanah di tempat terjadinya pelanggaran. Jika pelanggaran terjadi di antara garis lemparan gawang dan garis lemparan bebas maka lemparan wasit dilakukan di garis lemparan bebas.

7. Terjadinya Gol
Gol terjadi jika bola seluruhnya melewati garis gawang saat permainan berlangsung. Setelah terjadi gol, permainan dimulai lagi dari tempat lemparan permulaan. Regu yang menang

adalah yang menghasilkan gol terbanyak.

8. Offside
Offside terjadi jika di dalam daerah offside terdapat lebih dari tujuh pemain termasuk penjaga gawang, dan pada waktu itu bola berada dalam penguasaan regu bertahan.