images

Ada semacam perasaan gembira,pada saat aku pulang dari negeri kincir angin,disana sudah aku serap semua ilmu yang diajarkan, aku berjalan ke sebuah toko kecil tapi sangat lengkap di bandara itu. Aku sudah sangat rindu Bapak dan Ibu setelah aku tinggalkan satu tahun di negeri kincir angin itu,aku juga sudah sangat rindu gocekan bola teman-teman dan ingin sekali bermain bersama mereka,tentunya aku datang ke tanah air ini dengan beberapa ilmu yang berhasil ku serap di Belanda.aku sangat senang ketika aku lolos seleksi dan bisa berlatih bersama idolaku di Belanda, tetapi ini merupakan berita buruk bagi si Andy seorang sahabat dari kecil hingga aku seperti ini. Andy adalah saingan terberatku saat seleksi dia mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam menggocek bola kelincahanya-lah yang membuatku iri terhadap si Andy.

“Hey!!…kamu kris?” seru pemuda penjaga toko itu.

“Lho kamu siapa kok tau namaku” penjaga toko itu malah tertawa terbahak-bahak. Aku sungguh tidak tau siapa pemuda berpakaian rapi dengan rambut klimisnya.”Sudah lupa ya.??hahahaha,ternyata kamu sudah besar kris.”

“Mas ini siapa ya”. Satu tahun meninggalkan negeri ini membuatku asing dan sulit untuk mengingatnya kembali. “Aku pencari rumput di lapangan itu kris..” katanya sambil tertawa. Ternyata pemuda penjual susu di bandara toko itu Bang Joko, sungguh terkejut melihat pemuda dengan rambut klimisnya itu Bang Joko, karena dulu Bang Joko hanyalah seorang penggembala sapi. Dia putus sekolah karena faktor ekonominya, dan Bang Joko menjadi penggembala sapi.

“Ohh Bang Joko ya!!” aku memeluk Bang Joko ada semacam perasaan terharu melihat dia sudah bisa menjadi seseorang yang mempunyai pekerjaan walapun itu hanya karyawan toko.”Hehehe kenapa kamu mengeluarkan air mata,bukannya senang habis dari belanda?”

“Berkat abang aku jadi seperti ini”.

“Maksudmu??”

“Iya Bang, aku selama ini mengamatimu,sebenarnya kasian melihatmu putus sekolah karena faktor ekonomi keluargamu, tapi kamu selalu tersenyum menjalani hari-hari seakan tidak ada beban sedikitpun meskipun kondisi seperti itu tapi Abang selalu tampil mencari solusi”

“Karena itu ya hehehe lalu gimana si Andy bukannya dia juga ikut denganmu berlatih di Belanda.??”

“Tidak Bang dia tidak lolos seleksi itu,entah apa yang ada di pikiran pelatih dia lebih memilih aku. Sebenarnya dia yang berpeluang lolos seleksi itu. Aku sudah tidak sabar ingi berlatih dengannya,sudah lama sekali tidak bertemu sahabat lamaku itu Bang.”

“Besok ada pertandingan kris kebetulan itu tim Andy. Singa muda FC akan melawan Mutiara hitam junior dari Papua, bagaimana kalau besok kita nonton langsung di lapangan, sekarang kamu cepat pulang istirahat lagian kamu baru pulang dari negeri orang hehehe..” kagum rasanya ketika Bang Joko ini selalu tersenyum apapun keadaannya susah,senang tetap saja ceria seakan tiada beban sekecilpun untuk menjalani hidup ini.

“Siap Bang besok kita nonton bersama, ngomong-ngomong ini semua berapa”

“Hahahah..ini saya kasih buat oleh-oleh ibumu mumpung lagi rame sekali-kali gapapa kan hitung-hitung sedekah”. candanya sambil menepuk pundakku

“hahah..terima kasih kalau begitu Bang pamit dulu ya assalammualaikum”. Aku pergi keluar bandara dan tiba-tiba ada yang memanggilku. “kriss..kriss berhenti. Selamat ya!” ternyata si Andy teman lamaku. Dia kelihatan sudah dewasa sekali bahkan postur tubuhnya sudah agak dempal. ”Andy makasih ya.!! Gimana kabarnya? Sudah lama tak jumpa dan bermain bola bersama lagi.” Belum selesai aku bicara Andy langsung menancap gasnya tampaknya dia masih kesal pada kejadian itu, tapi entah aku tak tahu kenapa pelatih lebih memilihku ketimbang Andy yang secara kualitas lebih baik.

Aku tiba di rumah sore itu, sesampai di rumah Bapak dan ibu langsung memelukku dan sambil meneteskan air mata mereka berkata “Ini awal mimpimu nak selamat.” “Terima kasih Pak Bu berkat doa ibu aku mengawali mimpiku ini dan juga Bapak yang selalu mengizinkan aku untuk bermain bola, meski aku agak bandel karena tugas sekolahku yang selalu mendapat teguran dari guru karena aku tidak pernah menyelesaikannya”

“Sudahlah!, sekarang kamu istirahat saja gak usah dipikirkan”

“Baik..!Pak,Bu.”

“Besok pagi jangan lupa ke rumah pelatihmu berkat dia juga kan kamu jadi hebat”

“Iya pak, besok sekalian juga ada pertandingan kata Bang Joko”.

Pagi yang cerah mengiringi hari ini, sinar matahari dengan hangat dan penuh kelembutan segera aku pergi ke kamar mandi untuk segera mandi dan bersiap-siap karena hari ini ada pertandingan sepakbola yang sayang untuk di lewatkan. Setelah mandi kurapikan peralatan tidurku yang semalam aku gelar dan aku acak-acak,setelah semua terlihat rapi barulah aku bergegas keluar rumah, hari ini terasa begitu berbeda seakan mengikuti irama hati ini yang sedang bahagia, entah apa itu tapi rasa ini tak bisa diungkapkan dengan kata, kumulai aktivitas pagi dengan mengucap “Bismilahhirrohmannirrohim” aku berpamitan untuk kepada penguasa langit,bumi,lautan,dan daratan, serta tak lupa pada penguasa di rumah heheheh.. ku hirup udara segar,serta nyanyian burung yang riang dan terlihat semua masyarakat mulai beraktivitas untuk memenuhi tugasnya masing-masing sekolah,bekerja dan lain-lain. Tak sengaja aku bertemu pelatihkudulu di sebuah warung kopi, terlihat pak pelatih baru saja keluar warung dan aku langsung menyapanya.

“Coach.. apa kabar?? Lama tak bertemu.”

“Kamu?? Novri Kristiawan itu ya peserta seleksi dari kampung cokelat??”

“ihh gimana sih sama pemain andalanya lupa hehehhe”

“Hehehe sudah besar ya??”. Aku dan coach Once ini berbincang bincang menceritakan pengalamanku saat di Belanda sambil menunggu pertandingan sore nanti antara Singa muda yang di komandoi oleh coach Once ini akan melawan tim juara bertahan Mutiara hitam junior dari Papua, menariknya tim asuan pelatihku dulu ini kapten timnya adalah teman sekaligus saingan terberatku Andy Sofyan.

Sampai saat ini aku masih tak mengerti apa alasanya memilihku untuk berlatih ke negeri kincir angin itu. Padahal kemampuanku tak seberapa di banding Andy Sofyan yang lincah,cepat dan mempunyai tendangan akurat. Siang ini aku ada janji dengan Bang Joko di lapangan sekaligus temu kangen dengan sahabat-sahabat lamaku tentunya aku datang dengan pengalaman baru.

“Sudah lama ya kris” sapaan Bang Joko sambil memarkir sepedahnya.

“Wahh sepedah baru ya Bang”

“Hahaha kamu ini orang ini sepedah bekas, gapapakan yang penting halal dan nyaman di pakai”

“Iya Bang barangnya juga kelihatan masih baru”. Kami berdua berbincang-bincang sambil menanti detik-detik pertandingan babak petama dimulai. Kembali aku memuji Bang Joko sungguh luar biasa padahal dia berasal dari keluarga yang berpendapatan rendah, tapi dia mampu merubahnya berkat kegigihannya dan selalu tampil mencari solusi, banyak hal positif yang aku dapat dari dia, mungkin dari segi positif Bang Joko lah aku bisa lolos seleksi itu, tapi itu juga tak masuk akal dari segi materi jelas-jelas Andy lah yang terbaik.

Peluit pertandingan itu tiba-tiba ditiup keras pertanda di mulainya pertandingan babak pertama, namapak serangan terus dilancarkan oleh tim dari Papua itu 30 x 2 menit itu sangat seru sekali layaknya sebuah perjudian, siapa yang lengah maka itu yang kalah adu strategi antara coach Once dan coach Jack’s. Coach Jack’s merupakan pelatih yang sangat dikenal berkat tangan dinginnya prestasi timnya selalu bagus. “Bang Joko!! Apa? ternyata asisten wasit itu Bang Joko” terlihat ada papan pergantian yang diangkat Bang Joko nampaknya Andy lah yang keluar , padahal menurutku Andy tulang punggung tim ini, tapi entah kenapa pelatih justru menariknya keluar terlihat wajah Andy nampak kesal seakan tidak percaya kalau dirinya yang harus meninggalkan lapangan terlebih dahulu. Tidak bisa dibiarkan aku harus protes kepada pak Once kenapa harus Andy.

“Hey!! apa-apaan ini pak. Kenapa Andy yang harus keluar”

“Diam kamu Kris!! Saya pelatih disini”

“Sudahlah Kris sebaiknya kamu jangan ganggu pelatih dulu” sahut Bang Joko menengurku. Entah apa yang diinginkan coach Once ini padahal hingga akhir pertandingan babak pertama tadi timnya selalu di serang dan hampir kemasukan.Terlihat pertandingan akan segera berakhir dalam waktu kurang lima menit dan skor masih kacamata 0-0.

Kakiku terasa sangat gatal ingin sekali bermain di pertandingan itu tetapi aku merasa gak enak dengan si Andy. Teringat waktu itu di bandara dia mengucapkan selamat dan langsung pergi, mungkin dia kesal pada kejadian setahun lalu, pertandinganpun berakhir skor tidak berubah terlihat wajah letih dari kedua kesebelasan.

“Hahahha.Jika saya tadi tidak ditarik keluar pasti kita menang, dasar payah kalian” kata Andy sambil menendang botol mineral dengan wajah kesal dan kecewa. Terlihat salah satu teman dari tim Andy sangat kesal dan terjadi konflik adu pukul dengan Andy, dia tidak terima karena merasa pelatihnya sudah dihina, karena bagaimanapun ini hanya pertandingan persahabatan menang,seri dan kalah. Kita harus siap menerima hasilnya. Untungnya pada kejadian ini Bang Joko dengan sigap melerai mereka sehingga adu jotos tidak berlangsung lama dan berhasil diamankan, Andy langsung pergi begitu saja.

“Inilah Kris mengapa akulebih memilihmu daripada Andy” kata coach Once menghampiriku”

“Maksudmu?”

“Arti sebuah kesungguhan Kris” sahut Bang Joko sambil menepuk punggungku”

“Iya arti sebuah kesungguhan dari dulu kamu selalu bekerja keras,pantang menyerah dan disiplin”

Aku tidak tahu apa yang mereka maksud apa itu arti kesungguhan, teman-temanku juga ikut berkata. “iya Kris itu benar kamu berbeda dengan Andy dia dari dulu egois tidak mau mendengar apa yang pelatih instruksikan dan tidak mau menerima masukan dari temannya sendiri dia menganggap kalau dirinya itu benar padahal di atas langit itu masih ada langit” Aku sekarang mengerti ternyata benar dari kisah Bang Joko yang ekonominya rendah berkat kerja kerasnya dia mampu bekerja menghidupi orang tuanya, bahkan sekarang sudah bisa membeli motor walapun itu cuma bekas tapi inilah arti sebuah kesungguhan. “Kris apakah kamu mau berbagi ilmu dengan kami semua”. Tuh teman-temanmu minta untuk diajari boleh gak. “Tentu saja akan ku ajarkan pengalamanku selama di luar negeri pada kalian semua kawan jangan kuatir”. Mereka semua langsung mengangkatku dan melemparkanku ke udara tentunya aku sangat senang , tapi aku harus berlatih lagi dan tidak cepat puas karena targetku bersama teman-teman belum tercapai, setelah 2 tahun lalu gagal membawa piala dua kelinci cup, tentunya tahun ini target kita adalah juara dan berjanji akan membawa piala ke kampung halaman,

“Dengan kerja keras dan sungguh-sungguh saya yakin kita semua bisa’’

“Semangat!! Kata Once nampaknya dia senang karena tim asuhanya kembali kompak”

“Siaaap!! Sahut anak-anak dari tim Singa Muda FC ini. Perjuangan belum berakhir kita harus tetap banyak berlatih sungguh-sungguh dan ingatdi atas awan masih ada awan.

TEMA: Setiap manusia tentunya mempunyai mimpi besar, dengan kerja keras, dan berusaha untuk maju mimpi itu dapat di raih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s